Wednesday, March 12, 2008

Semakin Akrab Saja dengan Bengkel

Sudah 2 minggu terakhir motor saya keluar masuk bengkel. Mungkin sudah sekitar 6 atau 5 kali.
Itu belum termasuk yang saya kerjai sendiri. Astaga.

Berawal dari waktu saya cuci motor itu. (sudah saya bilang memang dari dulu, motor itu kalau dicuci pasti keluar semua masalahnya)

Besoknya motor batuk-batuk manja : ahak ahak ahak...
Saya bawa ke bengkel, ganti oli saja. Terus lanjutkan jalan. 100 meter, batuknya makin manja seperti Dewi Persik (ahak ahak ahak.. ahh... ah... ah...). Astaga
Akhirnya saya bawa ke bengkel yang lain : Cuci Karburator, sekalian ganti kampas rem cakram belakang. Selesai 'dikerjai', motornya bagus. Jalan sekitar 500 meter, batuknya langsung batuk kering. Uuuuuhukk uhukkk.. asap dari knalpotnya berbau aneh. Mungkin sejenis kemenyan.

Saya bawa ke Konstan, di bilangan Banta-bantaeng.
Di sana dengan hanya bermodal 1 obeng negatif, saya bongkar motor. Oli sampingnya saya keluarkan (jangan-jangan ini masalah oli yang jelek).
Terus kabel-kabelnya saya bongkar, sampe magrib.
Motor akhirnya bisa bunyi, tapi masih bersin-bersin sedikit.

Magrib, saya jemput intan di bilangan Sungai Saddang Baru. Rencananya mau booking kamar hotel (buat budi putra). Saya nyalain motor, terus intan naik, langsung Batuk Berdarah motornya. Uuuooohookk!! Uuuoohokkk!!
Ampuuun...
Bermodal obeng yang sama, saya setel karburatornya.
Tapi tetap saja sama.
Akhirnya entah kenapa, motornya bisa hidup. Tapi ya itu, ndak bisa kalau pelan. Harus ngebut terus supaya gas tetap tinggi. Kalau gasnya turun, langsung TBC.
Ok. Tujuan ke Hotel Banua. Dekat losari.

Booking selesai. Next destination : Jalan Nusantara. Cari cewek bernama Ina.
Tapi untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, motornya ndak bisa bonceng orang.
Saya coba nyalain, ok. Bagus.
Intan naik, langsung mese', bengek.
Coba lagi, begitu lagi.
Akhirnya Intan naik pete-pete ke tempat Ina. Saya cari bengkel. (malam-malam cari bengkel??)
Tapi sepanjang jalan saya ndak ketemu bengkel, akhirnya dengan terus ngebut (gas tinggi) saya pulang. Untungnya ada satu bengkel dekat Steam yang masih buka.
Di sana saya beli busi sekaligus kunci businya.
Busi motor saya ganti. Terus setel karburator sedikit. Wooww.. keren... (semoga masalah terselesaikan).

Jalan lagi, rencananya ke tempat Ina lagi.
Wuuuuung.... ngebut. Tapi sampe dekat SMA 1, langsung ahak ahak ahak.. ahh.. ah.. ah... (ya ampun, genit sekali motor ini).
Tapi dipaksa saja. Akhirnya bisa sampe di Expresso dengan selamat.
Dan identifikasi selanjutnya : Motor ini ndak bisa bonceng orang. Kalau bonceng orang langsung habis nafasnya. Hhhh...

Dan 2 hari yang lalu saya bawa ke bengkel suzuki (suzuki veteran). Mekaniknya bingung dengan masalah motor ini. Jadi ndak mau dia kerjain. Lalu saya bawa lagi ke bengkel suzuki yang lain (suzuki salim, jl. Sungai Saddang). Mekaniknya bingung dengan masalah motor ini (ndak bisa bonceng orang). Tapi dikerjai saja sebisanya.
Dan setelah dikerjai, motor bagus sekali. Larinya keren. Bisa ngebut-sengebut-ngebutnya.

Tapi malamnya, intan mau minta diantar pulang.
Ok. Saya nyalain motor. Idup. Keren.
Intan naik... Uuuuhuukkk aaaaa'''hhhh''''
Mese' lagi.
Astaga.

Dan tadi, saya rencana ke bilangan Banta-bantaeng, motornya batuk-batuk mesra. Aaah.. ah.. ah...
Saya paksa saja, dia makin manja, Ahak ahak ahakk. ahh ahh...
Akhirnya saya bawa ke bengkel Suzuki lagi (suzuki veteran).
Sekarang saya lagi di warnet, motor lagi dikerjai di sana.
Saya lihat tadi CDI-nya dibongkar-bongkar. Perapiannya dicek. Aki-nya diisi ulang. Mesinnya dibongkar habis.
Semoga ini bisa menyelesaikan semuanya.


(saya bilang memang mi, motornya kalau dicuci keluar semua masalahnya. hhh...)


Sedikit Ilmu dari Budi Putra

Hari sabtu dan minggu kemarin Komunitas Blogger Makassar kedatangan tamu spesial : Budi Putra, professional blogger pertama di Indonesia, CEO Asia Blogging Network, dan yang jadi pembicara di acara Pesta Blogger 2007 kemarin.

Saya dan beberapa teman di Komunitas Blogger Makassar sempat diskusi secara langsung dengan beliau. Pembicaraan mengalir terus dan terus. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya kami bertatap muka dan berdiskusi dengan beliau. November 2007 lalu, pada talkshow Blog : Voice of Freedom yang kami laksanakan, Budi Putra diundang sebagai pembicara oleh Angingmammiri. Kami membicarakan tentang blog, konten blog (penulisan, tata bahasa yang 'baik dan benar', dll), menghasilkan uang dari blog (lewat iklan, paid blogger, review, dll), jurnalisme orang biasa dan komunitas-komunitas online di Makassar. Juga tentang Narsisme (hehehehe).

Tentang blog, konten, dan menghasilkan uang di Internet, budi putra bilang : "blog itu kekuatannya ya ada di konten. sering-sering saja update blog dengan konten yang bagus. dengan demikian, blog akan sering dibuka oleh orang, dan juga sering diindex oleh google. kalau sudah begitu, rating blog kita bisa naik, dan orang bakal suka beriklan di blog kita.

tulis apa saja di blog. pakai bahasa yang biasa saja. ada seorang ibu rumah tangga di.. (di mana? lupa ka') dia menulis di blognya tentang pengalaman sehari-harinya. tapi dia bagus, setelah nulis pengalamannya, dia juga masukkan beberapa artikel yang memperluas wawasan. behh, blognya rame banget yang kunjungi. iklannya mahal. 4000 dollar sebulan."

ada yang tanya, "bagusnya pakai bahasa indonesia atau bahasa inggris, ya?"

budi putra bilang, "pakai bahasa terserah saja. pakai bahasa indonesia aja kalau nggak bisa bahasa inggris. yaa.. sambil ngeblog nanti sedikit-sedikit belajar posting bahasa inggris. nanti lama-lama juga bisa."

dst. dst... (banyak yang saya lupa)

Tentang Komunitas Online, Narsisme, Menulis yang baik, dan Citizen Reporter, Budi Putra bilang, "Blogger itu memang harus narsis. Dan narsis itu nggak ada salahnya. Ya menurut saya, orang itu sudah narsis ketika pertama kali menciptakan cermin. (saya manggut-manggut)

Kalau tata bahasa yang baik, aah.. itu nggak perlu lah di blog. Karena itulah kekuatan blog. Orang boleh nulis apa aja, dengan gaya apa aja. Justru begitulah Citizen Reporter itu. Begitulah sebenarnya Jurnalisme Orang Biasa itu."

Tentang mendapatkan uang dari blog?
Budi Putra bilang begini, "kalau mau dapat uang dengan blog, bisa pakai sistem iklan seperti Adsense. Atau bisa juga dengan jadi paid blogger. Kita cuma menulis seperti review tentang produk di blog kita atau blog tertentu, nanti kita di bayar.

Cosa aranda itu dia fokus di iklan. Saya kalah jauh sama dia di iklan, karena saya lebih fokus di paid bloggernya. Kemarin ada yang nawarin saya untuk nulis di blognya, tapi saya tolak. saya sibuk sekali, ga ada waktu buat nulis.

Jadi paid blogger itu gampang. Kita cuma perlu nulis 2 kali seminggu. Nanti kita dibayar, yaa.. sekitar 400 usd per minggu"

Nah, jadi begitulah sekiandikit dari sekianbanyak yang Budi Putra bisa bagikan ke teman-teman.
(ndak semua yang saya tuliskan itu benar-benar 100% yang dikatakan Budi Putra. Pasti ada perubahan sedikit, disesuaikan dengan memori otak saya. Tapi Insya Allah ndak mengubah maksud dari penyampaian Budi Putra sendiri).


Salam,

foto diambil dari asiablogging.com

Sunday, March 09, 2008

Insan Seribu Nama

Wahai perempuan yang kisah di bibirnya mencumbu waktuku | Ku baca ulang cerita yang dulu untukmu ku bacakan di bawah akassia di taman rupa | Tentang sepasukan kura-kura mengejar kelinci yang melompat-lompat tak hingga | Hingga tawamu mengunci waktu hanya untuk kita saja | Aku tersenyum, sesekali tertawa

Wahai perempuan yang teduh tatapnya meninabobokan amarah | Aku kini insan seribu nama
Hidup di banyak tempat dengan rupa jiwa berbeda | Kecuali untukmu, satu nama ku sisihkan
Nama yang riang sekaligus tenang | Demi senyum yang esok semoga akan kau gariskan
Atau tawa yang akan mencumbu waktuku lagi | Esok dan nanti

Wahai perempuan yang untuknya kuberikan seribu penggal cerita | Ku jamu lagi wanitaku dengan jamuan-jamuan terindah | Dengan anggur yang ku petik sendiri di kebun ayahku | Juga teh pahit yang ku seduh sendiri dari teko milik ibuku | Dan sedikit perbincangan yang tak pernah renyah | Tapi kau tetap perempuan yang di bibirnya tak henti melagukan kisah untukku | Seperti janjimu tentang esok pagi yang akan selalu datang lagi | Dan detik yang terus berlari | Menerus

Esok hari | Bersama pagi aku 'kan datang mengetuk pintu rumah hatimu lagi

Friday, March 07, 2008

Lelaki, Istrinya, dan Mimpi

Lelaki duduk memunggungi mimpi
Di atas tikar dari bambu
Di atasnya atap berdebu tersenyum lesu
Di depannya istri memasak kaldu

Lelaki lalu bangkit menuju waktu
Menoleh mimpi satu kali
Lalu bergegas ke sungai bebersih diri
Berwudhu
Ashar sebentar lagi

Lelaki kini diam di tepi malam
Petang di langit atas rumah
Istri mencium tangannya selesai shalat
Pikiran lelaki jauh melayang
Pada mimpi sebelum ashar
"Kau menyebut namanya lagi tadi di tidurmu, Sayang"

Lelaki mendengar
Lalu kembali diam

Tuesday, March 04, 2008

Karena kaulah malaikat itu

Masa seperti ini akhirnya tiba jua menyapa
Seperti tangis senja yang dulu kita saksikan berdua di tepi tawa
Pendar jingga tak lagi bertutur mesra pada siang yang mulai hilang
Pun ia membenci malam yang sebentar lagi menenggelamkannya di sudut mata

Sedianya persuaan itu hangatkan malam setelahnya
Bukan meratapi kabut dingin yang perlahan selimuti kulit kita yang kering
Masihkah kau mengingatku sebagai matahari siang tadi
Yang berjanji datang esok pagi mengetuk pintu rumahmu?
Atau kau menjauh sendiri kini
Lupa pernah mendekapku dengan dua lengan kecilmu
Dan tetes air matamu meninggalkan jejak cinta di dadaku?

Ketika temaram mulai menyisakan hening
Akankah darimu ku dengar lagi tanya
Tentang surga yang dijanjikan padamu dulu?

Jika memang surga yang kau tuju
Cinta yang kau cipta
Tak akan menyatukan kita di sana