Tuesday, December 25, 2007

26 Desember

26 Desember, tanggal yang dulu selalu kuberikan lingkar merah di kalender rumah atau kamarku. Dan kutambahkan dengan garis panah ke samping, menunjuk pada tulisan "ulang tahun-nya".

Mengenangnya selalu membuat saya tersenyum. Kecepatan berbicaranya yang luar biasa, sangat sulit ditandingi oleh siapapun. Kecuali dengan menutup mulutnya dengan telapak tanganmu, kau tidak akan mendapatkannya berhenti berbicara. Tentang ia, tentang teman-temannya, tentang kampus, atau tentang tulisan yang tertera di kaos oblongmu. Hahahahaha...

Dan boneka yang pernah ia berikan. Lucu sekali. Sayangnya satu boneka itu hilang. (sial!)

Toko buku adalah rumahnya yang lain. Ia akan betah di sana berjam-jam mengumpulkan setiap buku yang dia pikir bagus dan belum ada di rak buku kamarnya.
Dan jangan menantangnya ber-SMS. Kau akan kapok, dan merasa KO karena jarimu akan pegal jauh lebih cepat dari jarinya.

Ah, mungkin sekarang, kecuali sedikit lebih 'wanita', ia masih orang yang sama, mungkin, menurutku.
Selamat ulang tahun, kawan. (kita masih kawan, kan?)
Bahagia untukmu


Salam,

Wednesday, December 19, 2007

Angingmammiri : Belajar Lebih Berarti Setelah Setahun Berdiri

Tulisan ini juga dimuat di sini.

"hoi, teman-teman, tinggal 10 hari mi lagi," begitulah kurang lebih salah satu isi email dari salah seorang member di mailing list blogger Makassar. Isi one line post email itu sendiri sebenarnya bukan tanpa maksud. Hari itu adalah 10 hari menjelang tanggal 25 November, tanggal akan dilaksanakannya acara Talkshow Blog : The Voice of Freedom oleh Komunitas Blogger Makassar Angingmammiri. Email itu sendiri bertujuan untuk mengingatkan dan memompa semangat para panitia acara untuk lebih giat mencari titik terang kepastian acara tersebut. Hal itu jelas sekali diperlukan mengingat hingga H-10, kejelasan tentang tempat acara belum ada; kepastian sponsor yang siap mendanai juga belum ada; dana simpanan komunitas pun tidak mungkin mencukupi untuk melaksanakan kegiatan itu, sementara acara itu sudah menjadi agenda komunitas yang nampaknya wajib dilaksanakan, mengingat bersamaan dengan acara itu adalah acara perayaan hari jadi yang pertama komunitas.

Para Panitia
Re-ilustrated by Mustamar

H-9, kejelasan dan titik terang belum juga muncul. Para panitia acara mulai frustasi dan rasa pesimistis kegiatan ini akan berlangsung juga bermunculan. Ide-ide yang banyak dituangkan paraikatte (sebutan untuk member blogger makassar) melalui milis dan forum juga tidak banyak membantu.

Hingga pada hari ke-7 menjelang acara, ditengah susah payah dan rasa frustasi yang mulai memuncak, panitia acara secara tidak sengaja mendapatkan tawaran untuk menggunakan tempat acara di MPC Karebosi ketika hendak mencari informasi tentang kemungkinan untuk diadakannya bazar di foodcourt MTC. Dengan harga yang murah, tawaran itu diterima. Kejelasan mengenai tempat acara mulai terlihat, dan itu memberikan titik terang bagi masalah-masalah yang lainnya. Hari-hari berikutnya kejelasan dan titik terang yang lainnya mulai ada. Panitia berhasil mendapatkan sponsor dana dan sponsor untuk publikasi. Rasa pesimis mendadak hilang, berganti optimis dan semangat menggebu mengejar waktu yang semakin sempit untuk melaksanakan publikasi dan persiapan lainnya untuk talkshow nanti.

Publikasi melalui undangan, spanduk, serta iklan di koran dan radio yang baru dimulai pada tanggal 23 November dapat dikategorikan sebagai publikasi yang sangat terlambat karena target peserta yang mencapai 150 orang. Namun ini ternyata tidak terbukti. Pada tanggal 25 November 2007, acara pun dilaksanakan, dan lebih dari 200 orang menghadiri talkshow ini. Goodie bag yang disediakan panitia pun sampai tidak mencukupi.

Tepat pukul 10, tabuhan 10 menit musik tradisional gandra bulo’ menandai dibukanya acara Talkshow Blog : the Voice of Freedom. Dua orang MC telah siap berdiri di atas panggung untuk menuntun acara. Dan setelah sambutan oleh Ira Puspita sebagai ketua panitia, sesi talkshow dimulai.

Moderator dan Para Pembicara
diambil dari www.mycityblogging.com/makassar

Dengan dipandu oleh Syaifullah sebagai moderator, talkshow ini dihadiri oleh tiga orang pembicara. Budi Putra, atau yang sering disapa BP, adalah blogger professional pertama Indonesia, dan juga CEO Asia Blogging Network (ABN). Beliau ditunjuk menjadi pembicara pertama pada talkshow ini. Pembicara kedua, Hasymi Ibrahim, yang akrab disapa Kak Amy, adalah seorang pengusaha transportasi, seorang blogger, dan juga salah seorang penggagas situs jurnalisme Panyingkul.com. Dalam talkshow ini beliau mengangkat topik hubungan antara blog, komunitas, dan juga citizen journalism. Dan pembicara ketiga adalah Amril Taufiq Gobel, salah seorang yang cukup terkenal di kalangan blogger. Ia adalah seorang penulis, dan seorang redaktur pelaksana pada sebuah majalah online yang membahas tentang blog, bz!blogfam. Beliau mengangkat topik tentang blog dan keajaiban yang menyertainya.

“Ini adalah sejarah. Ini adalah kegiatan tentang blog terbesar yang pernah diadakan di daerah”, kata Budi Putra, CEO Asia Blogging Network, mengawali pembicaraannya dalam talkshow tersebut. Beliau yang adalah seorang wartawan di sebuah media terkenal nasional, yang kemudian memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya untuk kemudian menggeluti dunia blog. Dari sanalah ia kemudian menyatakan diri sebagai Blogger Profesional pertama di Indonesia.

Budi Putra yang pada waktu itu mengenakan setelan kemeja kuning dan celana jeans banyak membahas tentang pengalamannya menjadi seorang blogger profesional, tentang bagaimana ia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan yang sebenarnya sangat layak, juga bagaimana blog itu dapat menjadi media yang mampu menampung segala ekspresi, ide, dan pengalamannya untuk kemudian ditransfer ke pembacanya di seluruh dunia.

Dalam talkshow itu Budi Putra juga menyoroti potensi besar blog sebagai media alternatif dengan sedikit membandingkannya dengan media-media mainstream seperti koran, majalah, televisi dan sebagainya, dengan sedikit menyebutkan contoh-contoh blog besar yang telah menjadi kekuatan dalam persaingan media informasi di dunia. Potensi yang dimiliki para blogger sebagai pengantar berita juga banyak dibahasnya dalam pembicaraannya.

Sementara pembicara lainnya, Hasymi Ibrahim, lebih banyak membahas tentang pola hubungan antara blog, komunitas, dan peran-perannya dalam menyuarakan dan mempublikasikan tulisan, serta bagaimana peran besar blog dan komunitas itu dalam hubungannya dengan citizen journalism. Hasymi Ibrahim yang lebih akrab disapa Kak Ami cukup sering menyebut peran komunitas panyingkul dan angingmammiri dalam mewadahi para penulis dan blogger untuk bersama-sama belajar dan meningkatkan kualitas dan kemampuan menulis masing-masing anggotanya.

Ia juga mencontohkan beberapa penulis yang lahir dari blogger, dan para blogger yang lahir dari kegemaran menulis, dan banyak diantaranya adalah anggota di komunitas angingmammiri dan panyingkul!.

Dan pembicara ketiga, Amril Taufiq Gobel dari Bekasi, dalam pembicaraannya pada talkshow tersebut banyak berbagi pada peserta tentang pengalamannya yang berkaitan dengan blogging. Ia banyak bercerita bagaimana blog itu memberikan keajaiban yang luar biasa dalam hidupnya.

Amril Taufiq Gobel, yang lebih akrab disapa ATG itu dengan sangat semangat bercerita bagaimana awalnya ia membuat blog, bagaimana ketika salah satu blog yang bercerita tentang tumbuh kembang anaknya, Muh. Rizky Aulia Gobel ditawarkan untuk dibukukan dan diterbitkan oleh penerbit, serta dengan semangat menggebu-gebu ia bercerita bagaimana susahnya ia mencari kembali arsip-arsip tulisannya yang pernah diterbitkan di harian Fajar untuk kemudian dituliskan kembali diblog pribadinya.

ATG juga berbagi cerita tentang bagaimana bangganya ia ketika beberapa tulisan di blognya dijadikan inspirasi untuk sebuah skenario episode sinetron yang ditayangkan di sebuah stasiun televisi swasta nasional.

Acara talkshow yang juga disiarkan secara langsung oleh Fajar FM ini dihadiri oleh peserta yang datang dari berbagai kalangan, seperti praktisi IT, pelajar dan mahasiswa, pers-pers kampus, pengusaha, serta tidak ketinggalan dari blogger. Para peserta yang sebagian besar masih awam dengan dunia blog silih berganti melontarkan pertanyaan. Tidak kurang 20 pertanyaan terlontar ketika sesi pertanyaan dibuka. Salah seorang peserta wanita melontarkan pertanyaan yang begitu mendasar, "mas, blog itu apa, sih?". Pertanyaan itu jelas menjadi petunjuk bahwa blog dewasa ini belum begitu dikenal oleh masyarakat Makassar. Untuk itulah kegiatan ini dilaksanakan, agar masyarakat bisa lebih mengenal blog, serta peranannya sebagai media yang mampu menyuarakan aspirasi, ekspresi, dan informasi.

Pada sesi lainnya, Irayani Queencyputri yang akrab disapa Rara, ketua Komunitas Blogger Makassar, bersama ATG, yang menjabat sebagai penasihat komunitas, memperkenalkan kepada para peserta tentang Komunitas Blogger Makassar. Ia banyak bercerita tentang bagaimana komunitas ini awalnya hanya terdiri dari beberapa orang blogger yang tergabung di Komunitas Blogger Family (Blogfam).

Rara mengungkapkan bagaimana sulitnya saat itu mengumpulkan para blogger yang memiliki keterikatan dengan Makassar, karena saat itu blog benar-benar seperti makhluk asing yang belum banyak orang kenal. Namun seiring dengan berkembangnya pengetahuan masyarakat, khususnya generasi muda tentang dunia internet, makin banyak orang yang mengenal blog. Hingga blogger makassar yang ‘terdeteksi’ semakin hari semakin bertambah, dan pada suatu pertemuan (kopdar) blogger tercetuslah ide untuk membentuk suatu komunitas blogger.

ATG sendiri dalam sesi itu banyak berbicara tentang bagaimana ia dan Rara bersusah payah mempertahankan ide pembentukan komunitas itu di antara banyaknya kegiatan personal para blogger. Ia dan Rara harus terus berhubungan melalui email untuk membicarakan pembentukan komunitas itu. Dan upaya mereka tidak sia-sia. Dengan bantuan beberapa donatur, pada 25 November 2006 situs Komunitas Blogger Makassar yang beralamat di www.angingmammiri.org diluncurkan ke publik. Peluncuran itu juga menandai lahirnya Komunitas Angingmammiri.

Angingmammiri, di usianya yang baru setahun telah beberapa kali mengadakan even besar selain Voice of Freedom. Salah satunya ada Blog for Life yang diadakan pada bulan Juli 2007 lalu, dan berpartisipasi dalam Pesta Blogger 2007 dengan menjadi well wisher, dan dengan mengirimkan beberapa wakilnya sebagai peserta dan undangan.

Komunitas ini dalam perjalanan setahun usianya, kegiatannya lebih banyak berhubungan dengan edukasi dan pengenalan dunia internet dan blog kepada masyarakat, Pengenalannya sendiri antara lain dalam bentuk seminar, talkshow, dan juga pelatihan dan workshop tentang blog di beberapa. Untuk melaksanakan kegiatan seperti pelatihan dan workshop, Angingmammiri banyak melakukan kerjasama dengan pihak-pihak kampus, sekolah dan warnet. Dan kegiatan pelatihan cukup sering dilaksanakan, bahkan beberapa pelatihan blog yang pertama kali mereka laksanakan, terjadi sebelum komunitas ini resmi terbentuk.

Namun tidak hanya berkutat dengan edukasi internet dan blog, Angingmammiri juga giat melaksanakan kegiatan-kegiatan berbau sosial. Salah satunya adalah Anjangsana ke Panti Asuhan Nurul Fatimah yang dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 2007.

Irayani Queencyputri dalam suatu kesempatan mengatakan, "dengan mengajarkan orang tentang blog, berarti secara tidak langsung mereka juga belajar tentang dunia IT, mereka belajar menggunakan komputer dan internet, juga mereka belajar menulis. Jadi blog itu sifatnya merangkul banyak aspek".

Acara Blog : the Voice of Freedom ini akhirnya ditutup dengan penyerahan Angingmammiri Award kepada beberapa blogger Makassar dan peserta talkshow dengan beberapa kategori penghargaan. Untuk kategori blog favorit jatuh kepada Syaifullah (www.love-and-trust.blogspot.com). Sementara Mustamar (www.blogaholicacute.blogspot.com) memenangkan penghargaan tulisan terbaik ramadhan untuk tulisannya yang berjudul Menangkap Senyum Ceria dari Dalam Nurul Fatimah. Dan Daeng Rusle (www.daengrusle.com) mendapatkan penghargaan sebagai blog terbaik Angingmammiri 2007. Untuk peserta sendiri yang mendapatkan penghargaan blog impian terunik jatuh kepada Rudi atas blog impiannya www.kawinyuk.com yang didasarkan pada ide untuk mengumpulkan para jomblo atau bujangan indonesia melalui blog itu.

Sukses Komunitas Blogger Makassar Angingmammiri atas kegiatan ini tidak hanya sebatas pada jumlah peserta yang hadir yang melampaui target, namun upaya keras para blogger ini untuk memperkenalkan blog ini memperlihatkan hasil nyata. Setidaknya sekitar 50 orang melakukan registrasi di situs portal angingmammiri.org hanya dalam 2 hari setelah acara ini, dan hampir seluruhnya adalah blogger baru yang ingin tahu lebih dalam tentang blog.
"Salut buat AM. Aku insya Allah mulai hari ini gabung...bukan karena hadiahnya loh, tapi karena komunitas Am yang wuuuuiiiiihhhh.....TOP, deh. Walau di umur yg baru sejagung gitu, AM telah menunjukan klo BLOGGER MAKASSAR ITU EKSIS", ungkap Ahmad, salah seorang peserta talkshow melalui komentar di situs portal Angingmammiri, sehari setelah acara. "Met ultah tuk AM, sukses. Ternyata jadi blogger asyik", ungkap peserta lainnya, Hermawan, juga melalui komentar di situs portal Angingmammiri.

Para Panitia Voice of Freedom
foto diambil dari arsip Komunitas Blogger Makassar

Berkat upaya keras Angingmammiri selama setahun berdirinya, blog semakin dikenal secara luas oleh masyarakat Makassar. Namun upaya keras Angingmammiri diyakini tidak sampai di sini. Masih banyak suara-suara publik yang harus mereka tuliskan di blog paraikatte-paraikatte-nya. Selamat ulang tahun, Angingmammiri, jaya terus perkembangan blog Indonesia.

Tuesday, December 18, 2007

Gerimis

Sudahkah engkau tidur malam ini, sayang? Biar suara gerimis yang jatuh sedikit-sedikit di atas daun kujadikan nyanyian pembuka mimpi-mimpimu yang indah malam ini kalau begitu.
Mimpi tentang roman Rama Sinta, Ali dan Zahra, atau tentang perlawanan David pada Goliath.

Aku tidak pernah suka gerimis sebenarnya. Dia dingin seperti mati, itu sebabnya aku tidak pernah menyukainya. Seperti ayah juga tidak menyukainya karena aku tak bisa disuruhnya membeli rokok untuk dihisap sembari sarapan esok-esok pagi dengan secangkir teh panas pekatnya.

Tapi gerimis itu indah.
Apalagi siang tadi.
Mereka, gerimis-gerimis itu, menjebak, mengurung kita dengan dinginnya. Dengan basahnya. Lama.
Mereka lupa aku sudah tidak lagi mampu mengangkat kepalaku tegak siang tadi. Aku harusnya tidur saja dan bermain-main dengan lelap dan mata terpejam.
Tapi kau ada di sana. Aku bertahan, berharap aku dapat mengangkat kepalaku sedikit lebih lama dan tetap membuka mata sebentar-sebentar, demi mendengar satu-satu celoteh dari suara kecilmu.

Dan kau bercerita, tentang rumah, tentang kamar-kamar, atau tentang bah yang datang setelah hujan lama memandikan tanah. Juga sesekali bercerita tentang sajak, tentang warna, dan tentang gerimis.

Lalu kau antarkanku pulang setengah jalan. Menatap kebawah, dalam, dan menatap ke atas sebentar, membiarkan gerimis tipis menghujam lembut wajahku. Dan ku dengar kau berbisik, 'gerimis ini milikku, sayang. indah, bukan?'

Monday, December 10, 2007

Ingin kulihat wajah-wajah dunia di punggung tanganku

Aku masih suka membaca tulisan-tulisanmu satu-satu
Mencermati dengan akalku sendiri tiap-tiap huruf dalam baris di bait-baitnya
Sembari kuseruput kopi pahit panas yang menjagaku menahan gempuran malam dan kantuk

Kau dulu banyak menulis tentang seorang atau dua sahabat
Kau hanya punya sahabat, kau bilang waktu itu
Karena kau tidak lagi punya bapak, juga adik
Hanya punya sahabat
Dan seorang ibu yang tidak pernah lupa menunggumu di dapur untuk bercerita sembari menggoreng tempe dan sambal tomat lezat
Kau juga menulis tentang pelangi sehabis hujan di suatu pagi dekat tempat tinggalmu
Indah sekali sepertinya

Oh, ya, aku hampir lupa
Aku masih terpingkal membaca ceritamu tentang ambulan, dan ceritamu tentang cara berpacaran dulu
Lucu sekali, aku tertawa, sesekali berguling seperti buah pedak yang jatuh di dalam hutan karet lebat tak pekat
Jika ingin tersenyum, aku masih selalu di sana membaca tulisan-tulisanmu satu-satu

Kecuali duka aku ingin sepertimu
Bermain bola dengan kaki kurus telanjang, berlari dengan celana lembab sehabis mandi
Berkelahi dengan mata tertutup takut, atau berani yang menjadi
Kecuali duka aku ingin menggambar wajahmu di punggung tangan kiriku agar bisa kutatap wajah-wajah dunia di situ
Aku pun masih ingin sepertimu
Menulis setelah mata terpejam lelah, merangkul setiap asa ke dalam bait
Menatap kegelisahan sesederhana rintik yang jatuh sore tadi

Thursday, December 06, 2007

Tiga Hari

Serasa punya adik lagi. Hahahaha...
Padahal baru 3 hari 'kenal'.

Ingatkanku padanya
Tawa
Ceria
Usianya pasti sama seperti saat dia pergi
Tanpa pesan
Kecuali mimpi itu
Ah,...

Sunday, October 21, 2007

Invisible to everyone

it is not a prison
and i'm not a prisoner
shit!
but a wall is fully covering my self, only 2 meters away
invisible wall... and rules
inside your mind.

suck!!

Wednesday, October 10, 2007

MENANGKAP SENYUM CERIA DARI DALAM NURUL FATIMAH

Update, 26 November 2007
Kemarin, 25 November 2007, saat kegiatan Talkshow Tentang Blog, Blog : the Voice of Freedom yang diselenggarakan dalam rangka Ulang Tahun Pertama Komunitas Blogger Makassar Angingmammiri, tulisan ini mendapatkan penghargaan : Posting Terbaik Ramadhan 1428 H Komunitas Blogger Makassar Angingmammiri



(senangnya)
---------------------------------------------------


Rabu siang, 26 September 2007, tepat setelah jam kuliah berakhir, saya berencana mencari sebuah panti asuhan yang dapat dijadikan lokasi untuk kegiatan Anjangsana Blogger Makassar yang diadakan Komunitas Blogger Makassar Angingmammiri.org. Saya memutuskan untuk mencarinya di seputaran Antang. Selain karena tidak memiliki pengetahuan yang cukup bagus tentang lokasi dan jalan-jalan yang ada di kota Makassar, Antang adalah salah satu daerah yang terdekat dengan kampus yang potensinya cukup besar untuk saya jelajahi.

Saya pun harus bertahan di atas motor, di bawah terik matahari menembus padat dan macetnya lalu lintas di depat M’Tos, pusat perbelanjaan yang pada hari itu baru saja dibuka secara perdana di wilayah Tallo - Tamalanrea.

Hingga setelah sekitar 45 menit, akhirnya saya berhasil melalui macet tersebut. Padahal jika dalam kondisi normal, saya hanya membutuhkan waktu 5 sampai 10 menit untuk menempuh perjalanan dari kampus Unhas ke wilayah Tallo.

Saya kemudian terus melaju hingga sampai di seputaran Antang. Saya mulai memperlambat laju motorku, sambil terus memperhatikan setiap papan nama di kiri dan kanan jalan, berharap saya dapat menemukan tulisan “Panti Asuhan” tertera di sana. Tapi hingga saya sampai di tempat pembuangan akhir (masih di wilayah Antang), saya belum juga berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan panti asuhan di sana.

Saya membelokkan motorku ke kiri, menyusuri jalan yang belum pernah saya kenal. Lambat sekali saya menyusuri jalan itu. Rasanya jauh dan semakin jauh saja, tetapi tidak juga saya menemukan satu pun panti asuhan di sepanjang jalan itu. Sejenak saya berfikir bahwa mungkin saya kurang teliti, sehingga bisa saja sudah 2 atau 3 panti asuhan terlewati. Namun saya teruskan saja berkendara.

Hingga saya menemukan sebuah kantor polisi. Di papan nama kantor polisi tersebut, saya membaca tulisan yang menunjukkan bahwa daerah itu sudah termasuk wilayah Kabupaten Gowa. Astaga, saya sudah berada di Kabupaten Gowa, pikirku. Belum pernah saya sejauh ini berkendara. Apalagi melalui jalan yang belum pernah saya lewati sebelumnya. Saya tersesat.

Meski sudah berfikir tersesat, saya tidak berhenti begitu saja kemudian berbalik, dan pulang. Saya terus saja berjalan, hingga secara sepintas saya membaca tulisan “Nurul Fatimah” tertera di sisi kanan jalan. Seketika itu juga, saya memberhentikan motor saya, kemudian setengah berharap, mencoba memastikan bahwa itu adalah sebuah panti asuhan. Dan benar saja, itu adalah sebuah panti asuhan.

Bangunan panti tersebut terlihat sangat mengenaskan. Hanya berupa rumah yang sangat sederhana. Beberapa dindingnya hanya berasal dari ‘tambal sulam’ tripleks dan papan-papan sisa, tanpa ditutupi lapisan cat. Jemuran yang sedang penuh dengan pakaian anak-anak berjejer tidak teratur di samping panti. Suasanya terlihat sangat lenggang.

Segera saya mencoba mengalihkan perhatian dari rumah yang jadi panti asuhan tersebut. Saya mengeluarkan kertas serta sebuah pena dari dari dalam tas dan mulai mencatat setiap detil tulisan yang ada di papan namanya, lengkap dengan nomor telepon pengurusnya.

Hari semakin sore. Saya pun mengurungkan niat untuk mencari tahu lebih jauh mengenai panti asuhan itu. Saya harus bergegas pulang.

Hari berikutnya, diputuskan bahwa panti asuhan Nurul Fatimah yang saya ‘temukan’ itu dijadikan sasaran untuk anjangsana blogger Makassar, tanggal 29 September 2007.

Dan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan sebelumnya, sore tanggal 29 September 2007, Anjangsana dilaksanakan. Sejumlah anggota komunitas blogger Makassar sudah berkumpul. Dan dana juga sudah terkumpul sejak beberapa hari sebelumnya. Dana tersebut kemudian digunakan untuk membeli sembako dan keperluan lainnya untuk disumbangkan ke Panti Asuhan Nurul Fatimah.

Selesai berbelanja, perjalanan menuju panti asuhan Nurul Fatimah dimulai. Perjalanan itu sendiri ditempuh dengan 3 buah mobil dan 1 sepeda motor selama sekitar 40 menit.

Sudah hampir magrib ketika rombongan sampai di panti asuhan yang dimaksud. Beberapa anggota rombongan tercengang menyaksikan kondisi panti asuhan yang sangat memprihatinkan. Namun seketika saja perasaan itu lumer ketika anak-anak penghuni panti menyambut dengan keceriaannya masing-masing. Mereka mengenakan pakaian muslim, lengkap dengan kopiah bagi yang laki-laki, dan jilbab bagi anak-anak perempuan. Tampaknya mereka sudah bersiap-siap menyambut waktu berbuka puasa.

Pak Ilyas, laki-laki setengah baya pengurus panti asuhan itu menyambut saya dan rombongan, kemudian mempersilakan kami masuk. Senyum tidak pernah lepas dari wajahnya. Sambutan yang terasa begitu hangat bagi kami.

Barang-barang dimasukkan, kemudian semua rombongan masuk ke dalam rumah, duduk di lantai, berbaur bersama semua anak-anak dan para pengurus panti asuhan. Rumah itu memang terlalu kecil untuk menampung 53 orang anak asuh, ditambah dengan 5 orang pengurus panti. Sungguh kondisi yang sangat memprihatinkan.

Kata-kata sambutan yang dibawakan oleh Tisa, seorang anggota Blogger Makassar terasa semakin mendekatkan para penghuni panti dengan rombongan Blogger Makassar. Beberapa kali Tisa mengajak anak-anak meniru gerakan ‘salam blogger’. Beberapa anak-anak langsung bisa menirunya. Namun beberapa yang lain tidak dapat melakukannya. Gelak tawa mereka pun riuh memenuhi seisi rumah mungil itu.

Pada kesempatan yang lain, anak-anak diminta untuk memperkenalkan dirinya masing-masing kepada kami. Beberapa di antaranya dengan tanpa malu-malu menyebutkan namanya. Beberapa yang lainnya malah dengan bangga mengatakan bahwa ia adalah peringkat satu di kelasnya. Ceria tidak pernah lepas dari wajah-wajah mereka.

Pak Ilyas dan istrinya menjelaskan sedikit tentang keadaan panti asuhan kepada kami. Ia menceritakan bagaimana panti itu dapat bertahan dengan beberapa kali perubahan politik di negeri ini. Ia juga menceritakan bagaimana Nurul Fatimah dapat terus menghidupi puluhan anak hanya dengan bantuan dari para tetangga dan donatur yang belum tentu ada setiap hari. Juga cerita keluh kesahnya tentang bagaimana anak-anak panti tidak dapat bersekolah di SD unggulan yang lokasinya berada dekat dengan panti hanya karena tidak memiliki ijasah TK, sementara mereka lebih memilih untuk mendahulukan kebutuhan perut anak-anak dari pada memenuhi kebutuhan untuk masuk di sekolah TK yang sebenarnya tidak begitu penting.

Di pangkuan ibu Ilyas, seorang balita yang mengenakan jilbab, duduk tenang tak pernah bersuara. Seorang teman bertanya tentang anak itu, kemudian ibu Ilyas bercerita sedikit tentang gadis kecil itu. Anak itu berasal dari daerah Kajang. Kini berusia setahun lebih, dan sudah diasuh sejak 7 bulan yang lalu. tuanya cerai, dan bapaknya meninggal karena mengalami kecelakaan kerja. Jatuh dari atas bangunan tempat ia menjadi kuli. Sudah beberapa panti asuhan menolak untuk merawat anak itu dengan alasan masih terlalu kecil, serta alasan-alasan lainnya.

Anak itu begitu lucu dengan pipinya yang besar. Sungguh sedih membayangkan anak seusianya sudah harus tinggal di sebuah panti asuhan dengan kondisi yang sangat seadanya, dan hidup dari belas kasihan orang lain.


Hampir magrib, kami pun segera menghakhiri kunjungan kami. Di akhir pertemuan kami dengan penghuni Nurul Fatimah, anak-anak panti tidak lupa mengucapkan terima kasih atas bantuan yang kami berikan. Mereka mengucap syukur Alhamdulillah beberapa kali , dan menyalami kami satu per satu.

Rombongan meninggalkan rumah sederhana itu, meninggalkan sisa-sisa senyum yang akan terus berbekas. Menyisakan harapan-harapan tentang kekuatan dan kesabaran dari anak-anak itu. Beberapa anak-anak tidak pernah berhenti menyunggingkan senyum dan terus memperhatikan kami menjauh. Semakin jauh, semakin sadar bahwa kami akan merindukan saat-saat seperti ini. Semakin sadar bahwa kita harus bersyukur karena diberikan kehidupan yang lebih layak. Lalu mengapa kita tidak bisa seceria mereka?

---------------
credits :
models : me, angingmammiri.org, nurul fatimah's
pictures by : daeng ipul

Monday, October 08, 2007

O, Shit!!! Ciiii...ittt... BRAKK!!!!

jauh kini kusadari
hidupku sungguh

bersama engkau sangat berarti

terasa godaan hidup

namun kau masih di sisiku

temani segala resah hatiku...


"O, shit!!"
Ciiit cit cit ciit.. Ciiittt...
BRAKK!!! (*&@#)($*&@#)$@#$^@#)

Yah, begitulah.
Asik-asik singing on the road.
Eh, ada pete-pete (angkot) tiba-tiba memotong jalan, belok, memutar, balik arah tepat di depanku.
Untung tidak dapat diraih, malang tidak dapat ditolak,
pete-pete tadi pun saya tabrak pada sisi samping kanan dengan telaknya. BRAKK!!!!(*&@#)($*&@#)$@#$^@#)
Dan saya pun jatuh, tepat di sisi roda belakang. Fiuhhh!!

Tidak ingin berlama-lama jadi pusat perhatian (juga tidak mau berharap pertolongan), saya bangkit (juga membangkitkan motor), nengok ke belakang (berharap tidak ada mobil lain yang menghantam), liat kondisi motor (syukurlah tidak ada yang rusak).
Si supir turun dari mobilnya, menghampiri saya, kemudian bertanya, "dari mana, ko?"
"Jalan ka' di sebelah kanan", kata saya. "Tidak apa-apa ji mobil ta'?".
"Tidak apa-apa, ji".

Begitu si supir tadi bilang "tidak apa-apa, ji", saya langsung tancap gas... ngyuuuung.... pergi meninggalkan TKP.

Jadi, kejadiannya seperti ini :
Lokasi : jalan AP. Pettarani, Makassar
Waktu : sekitar jam 1 malam, tanggal... 8 Oktober 2007 mungkin
Korban : saya, motor saya, pete-pete
Kro-non-logis kecelakaan :
1. motor saya ndak ada lampu depannya, sehingga
2. ndak dilihat sama si supir pete-pete, sehingga
3. si supir membelokkan mobilnya dengan illegal U-Turn, sehingga
4. saya yang sudah sangat dekat tidak dapat menghindar, sehingga
5.
BRAKK!!!!(*&@#)($*&@#)$@#$^@#), sehingga
6. saya jatuh, sehingga
7. pinggang, lengan, dan lutut saya sakit

Friday, September 07, 2007

Lomba Desain Tshirt Qwords.com


klik di sini untuk lihat ukuran sebenarnya

Peserta Lomba Desain Tshirt Qwords.com
www.Qwords.com

Nama Peserta : Mohammad Mustamar Natsir
Website : http://blogaholicacute.blogspot.com
email : profmustamar@gmail.com

Monday, August 27, 2007

Sedang Jatuh Cinta

Akhir-akhir ini saya sedang jatuh cinta.
Perhatian saya benar-benar tertuju padanya.
Mhh.. siang malam ingin selalu dekat dengannya.
Ubuntu tercinta.

BE 100% LEGAL!!!
PIRACY IS A CRIME, OK??







1/2 oot :


Paraikattux 1.1 Wallpaper by ~profmustamar on deviantART

Wednesday, August 01, 2007

Di Balik Lelah Itu ... [sekilas dari Blog For Life, H -14 - selesai]



Terlalu capek untuk membayangkan bagaimana capeknya mempersiapkan kegiatan Bincang IT dan Blog, Blog For Life kemarin. Apalagi kalau diminta menggambarkan perasaan waktu mempersiapkan semuanya! Eughhh!!! Capekkeceplekklepekepekepek!!!

Ini dari sisi saya :
"Mus, proposal bagaimana?? Mau disebar besok! Belum pi lagi diprint!"
"Mus, besok desain Flyer harus sudah selesai. KTB juga jangan lupa. Kirim ke saya, CC ke noir sama Tisa. Nah."
"Mus, desain Flyernya salah. Mana logo speedy? Mana logo Fajar FM? Bikin lagi"
"Mus, di mana ko? Jangan lupa ke tempat Noir nah kalau mau ke Save The Children. Ambil spanduk sama flyer. Sudah mi dicetak sama noir."
"Bikin desain iklan untuk koran, nah. Ukurannya 5x200 nah. Ditunggu besok."
"Mus, iklannya ternyata ndak jadi."
"e, Mus! Bikin lagi itu iklan untuk ke Tribun. Ternyata jadi. Harus selesai sekarang. Ditunggu sebentar siang itu."
"Bisa disambungkan ke Mus?" *saya angkat telpon, belum sempat berbicara... "Mus, desain Backdropnya, ya. Terus XBannernya juga sekalian mi dibuat. Ukurannya 4 meter, tinggi 150. Kalau XBanner, lebar 60, tinggi 160. Pakai Corel, nah."
"CD untuk pesertanya bagaimana, Mus? Harus jadi besok, lho. Soalnya Anhie mau ke kampus besok."

Ya ampun!!
Dari sekian banyak yang harus selesai itu, selalu saja ada masalah.
  • satu. Surat & Proposal harus selesai besok, tapi komputerku malah RUSAK! ndak bisa add printer. Ya ampun!! Untung saya punya penyelamat : KUBUNTU FEISTY FAWN!!! Saya install sampai jam 4 subuh! Hahahahaha... selamat tinggal Windows bajakan!
  • dua. Corel Draw, di mana kau??? Astagaaa!!!
  • tiga. Logo Fajar FM-nya manaa??!! Hhhh.. sponsor yang satu itu! Mana logomu?? Kejar tayang nih flyernya!!
  • empat. Spanduk sudah jadi. Ngomong ke Rara : "Ra! Ndak apa-apa ini kah? besar sekali logo Black-nya. Logo Speedy juga kecil sekali."
  • lima. Iklan di Tribun tayang. Langsung serangan jantung para petinggi kepanitiaan. Ini gara-gara ROKOK!! "Rokok dapat menyebabkan Serangan Jantung ... " *serius, sambil summon noir, adi, rara. ;))
  • enam. Hari H, lagi fokus kerjakan materi yang bakal saya bawakan di kegiatan nanti, dapat telpon : "Ke tempat Nani, nah. Ndy di sana, banyak barang mau dibawa"
  • tujuh. Ke PTC (tempat kegiatan) pagi-pagi bareng Ndy. Dehh.. Serbuan peserta, padahal panitia belum datang. (mungkin capek, jadi kesiangan bangunnya). Jadi telpon kanan kiri "Wei! Di mana ko? Kesini cepat! Ndak ada orang, baru banyak mi peserta!" "Wei, Iqbal! Kunci gudang??!!"

Syukurlah, di antara kesulitan-kesulitan itu teman-teman menghubungi:
  1. "Mus, di mana ko? Haduh, capek. Lagi di Fajar ka' ini antar proposal"
  2. "Lagi ka' di PTC ini. Bicarakan BFL"
  3. "Anhie yang jaga bazar dari siang. Kasian."
Senang, ternyata teman-teman semua juga serius menyelenggarakan kegiatan ini.

Juga di antara semuanya, yang melegakan, ternyata banyak orang yang tertarik dengan acara ini.
Flyer belum tersebar, Spanduk belum terpasang, semua tempat pendaftaran sudah tutup. Formulir sudah habis.
Bahkan peserta juga banyak yang datang dari luar daerah.

Salut, deh!
Terima kasih buat semuanya.
Buat para peserta, sponsor, dan semua pendukung kegiatan Blog For Life, terima kasih.
Terutama buat teman-teman di Komunitas Blogger Makassar, Angingmammiri.org, Terima kasih.

Wednesday, July 25, 2007

Bincang IT dan Blog " BLOG FOR LIFE "



Datang, nah?!
Gratis!
Saya jadi salah satu pembicara, looo.. ;;)

Thursday, July 19, 2007

HW

Terlalu banyak maaf
Hingga sudah habis kini
Hhh, sudahlah
---
Terlalu rindu
Hingga takut bertemu
Meski sedikit suara
Hhh, sudahlah
---
Terlalu mudah
Hingga lemah kini
Kalau berat, itu sebabnya
Hhh, sudahlah

Tuesday, July 03, 2007

[Meluncur] Portal Angingmammiri.org beta version

Bismillahirrahmaanirrahiim

Hari ini, 3 Juli 2007, dengan mengucap Bismillahirrahmaanirrahiim, diumumkan bahwa
Portal Angingmammiri.org versi beta sudah meluncur ke publik.


Portal Komunitas Blogger Makassar Angingmammiri dapat diakses melalui :


Portal Angingmammiri ini sudah dilengkapi dengan :
  • Forum Diskusi
  • Sistem pemesanan merchandise Angingmammiri secara online
  • Sistem profil member lengkap (foto, dan detail profil)
  • Sistem moderasi postingan, sehingga isi postingan di dalam portal ini akan lebih terarah
  • Dll.

Penjelasan menu dalam portal :

Lego-lego : menu yang mengarahkan pengunjung ke halaman depan postal
Blog : mengarahkan pengunjung ke blog Angingmammiri (new) beserta kategori-kategorinya, yang sudah disusun pada sub menu blog
Angingmammiri : menu yang membawa pengunjung mengenal Angingmammiri, beserta segala peraturan yang ada di dalamnya.
Paraikatte : menu yang akan menampilkan list member yang sudah mendaftarkan diri secara online, lengkap dengan profil, foto diri, alamat blog dan lain2nya.
Review : berisi review tentang buku, film, musik, juga blog.Review dapat ditulis oleh semua member terdaftar.
Tudang Sipulung : menu yang mengarahkan pengunjung pada Forum Diskusi Blogger Makassar (Hot!)
Kumpul-kumpul (should be kongko-kongko): berisi jadwal kopdar, pengumuman dan laporan kopdar blogger makassar

Arsip AM WP : arsip blog Angingmammiri lama (wordpress) yang telah dipindahkan (sebagian) ke portal
Agregasi : Agregasi postingan blog paraikatte
Testimonial : berisi testimonial peserta / publik terhadap Angingmammiri
Merchandise : menu yang mengarahkan pengunjung pada koleksi merchandise Angingmammiri

Menu untuk member (setelah login)
Profil : menu untuk melihat dan mengubah profil pribadi
Paraikatte : menu untuk melihat daftar peserta terdaftar Angingmammiri
Tulis Artikel : menu untuk melakukan postingan Artikel (hanya untuk member yang telah terdaftar secara penuh sesuai persyaratan)


Tentunya portal saat ini masih banyak kekurangan. Untuk itu masih dibutuhkan peran serta teman-teman semua untuk membangun portal ini, dengan mengajukan saran-saran yang mengarah pada perbaikannya.
Situs Komunitas Blogger Makassar Angingmammiri.org yang lama masih dapat diakses melalui alamat: http://angingmammiri.org/blog
Terimakasih kepada segenap team produksi dan para sponsor dalam rangka pembuatan portal ini.


Team produksi :
Mustamar : layout dan modifikasi modul, komponen, dan konten
Eko : upaya keras dan sabarnya memindahkan arsip angingmammiri yang lama ke dalam portal
Dg. Leo : desain header dasar-nya
Uwie : pre-modified installation-nya
Rara : ide dan dondor-dondor-nya (dondoro'-dondoro'na)
Intan dan Ndy :dondor-dondor-nya juga, dan sumber bahasa

Penasehat :
Amril T. Gobel


catatatan :___________________________________
dondor-dondor itu bukan arti dari dondoro'-dondoro'. hanya upaya saya mempermudah peng-indonesia-an bahasa makassar
dondoro' = desak / desakan (Makassar)


Wednesday, June 20, 2007

Bukan mencari kaya, Nak. Hanya untuk bisa bertahan esok.

mus2.jpg


Sudah malam, belum juga letih menunggu.
Sebentar lagi pasti ada penumpang, yakinnya dalam hati.
Mungkin ia sudah lupa, malam sudah terlalu larut, ini sudah hampir pagi.
Mengapa tak pulang saja, tanyaku padanya, tapi hanya dalam hati.
Bukan mencari kaya, Nak. Hanya untuk bisa bertahan esok.

becak 1


Keterangan foto :
Model : Daeng Becak (unidentified)
Lokasi : Depan Steam Internet, Jl. Urip Sumoharjo, Makassar


====================================
Diikutkan dalam lomba foto Angingmammiri.org, dengan tema : Ingat Makassar.

Tuesday, May 22, 2007

Bahkan Ia Belum 16 Tahun Saat Itu

Bahkan Ia Belum 16 Tahun Saat Itu.


Tidak ada yang menyangka, kegemarannya melakukan surfing di internet mengantarnya ke balik jeruji bui. Siapa yang menyangka, bukankah umurnya belum 16 tahun saat itu? Bahkan ia belum sempat duduk di bangku kelas 2 SMA.

Dakwaan perkosaan atas anak gadis untuknya terasa sangat berat diterima oleh keluarganya, termasuk aku, orang yang mencintainya.

Masih sulit untuk saya percaya dakwaan untuknya. Terlebih lagi, keputusan Hakim memberinya hukuman 4 tahun penjara. Siapa yang menyangka, bukankah umurnya belum 16 tahun saat itu?

Tapi itulah keputusan hakim untuknya. Semua bukti meberatkannya, dan ia sudah mengakuinya. Ia adalah pemerkosa seorang anak gadis. Hancur sudah masa depannya, seperti ia menghancurkan keperawanan gadis kecil itu. Dan semua berawal dari kegemarannya melakukan surfing di internet.

Ya, internet telah mengajarkannya tentang berbagai keburukan. Di internet ia bebas berjam-jam menikmati gambar-gambar wanita tanpa busana dengan lekuk-lekuk pose yang menantang di berbagai situs porno. Di sana pula ia mengenal berbagai teori yang mengajarkan tentang kegiatan seksual dengan berbagai posisi yang menantang, yang kebenarannya belum bisa dibuktikan. Tidak ada yang melarangnya, tidak orang tuanya, tidak pula guru agamanya, termasuk saya. Siapa yang menyangka, bukankah umurnya belum 16 tahun saat itu?


Dan siapa yang menyangka, ia merasa harus mempraktekkan ilmu yang ia dapatkan di internet tersebut. Dan terjadilah. Gadis cilik berusia 7 tahun dijadikannya ‘wanita tanpa busana’ dalam prakteknya. Dan semuanya berawal dari kegemarannya melakukan surfing di internet. Dan akibat dari itu semua, setidaknya untuk 4 tahun ke depan sejak saat itu, ia harus melalui hari-harinya di balik jeruji besi, tidur di atas lantai yang dingin, dan pintu yang terkunci. Siapa yang menyangka, bukankah umurnya belum 16 tahun saat itu.


Ia adalah pemerkosa yang menghancurkan masa depan seorang anak kecil.
Dan dengannya ia memperkosa masa depannya sendiri.
Dan untuk itu aku membencinya.

---00---

Aku mengenalnya sebagai pemuda bernama Rahman. Ia masih sangat muda. Mungkin usianya baru 22 atau 23 tahun. Aku tidak benar-benar yakin. Aku sudah lama mengenalnya, tapi tetap saja, aku tidak benar-benar yakin.

Ia adalah orang yang aku anggap sebagai orang yang paling bodoh karena melakukan hal bodoh untuk dirinya dan orang lain. Namun sekarang, ia adalah matahari bagi semua orang di dekatnya.


Mungkin baru kembali sekitar dua tahun yang. Siapa yang menyangka, sekarang ia sudah menjadi seorang yang luar biasa dengan apa yang didapatkannya. Di usianya yang masih sangat muda, ia adalah seorang yang kaya raya, dan juga seorang guru komputer untuk anak-anak yang tinggal di sekitar rumahnya. Dari apa yang ada padanya sekarang, tidak ada yang menyangka ia adalah seorang mantan nara pidana. Ia adalah cahaya baru bagi anak-anak di sekitarnya.


Tapi dengan apa yang telah ia lakukan, aku masih menganggapnya sebagai pemerkosa. Orang bodoh yang memperkosa seorang anak gadis, dan sekaligus memperkosa masa depannya sendiri.

Aku masih membencinya.


Hingga suatu hari, ia menyempatkan diri menyapaku. Aku diam saja ketika ia menanyakan kabarku. Aku benar-benar masih membencinya.

Dia terus saja berbicara, meski aku tidak pernah membalas apa yang ia katakan.

Hingga ia bercerita mengapa ia bisa seperti sekarang.

“Semua karena internet”, katanya. “Aku mengenal internet, hingga aku juga mengenal penjara. Bahkan hingga aku menjadi seperti sekarang, semua karena internet.”

Aku masih diam saja. Tapi aku tidak munafik, aku serius mendengarkannya.

Lalu ia mengajakku duduk di sebuah taman yang ada kafe di dekatnya. Aku ikut saja. Lalu ia membuka tasnya, mengeluarkan komputer jinjingnya, lalu memperlihatkanku apa yang bisa ia lakukan dengan alat itu.

“Kita masih berada di area hotspot internet dari kafe itu. Kita bisa berinternet di sini.”

Aku terkejut, dan mulai berfikir buruk tentangnya. Ia pasti akan menunjukkan kepadaku situs-situs porno di internet. Tapi aku masih saja diam.

“Lihat, ini yang membuatku seperti sekarang”, ia menunjukkan sebuah halaman di layer komputernya. Terdapat tulisan becetak tebal di kiri atas halaman tersebut, ‘ Today's Earnings: $455 . Tapi aku tidak mengerti maksudnya.

“Aku menyesal,” lanjutnya. “Aku menyesal tidak melakukannya sejak dulu. Harusnya aku tidak membuka situs-situs porno saat itu.”

“Ya, tapi apa ini ?” rasa penasaranku ternyata memaksaku untuk bertanya.

“Ah, ya. Ini adsense,” ia mulai menjelaskan. “Dengan ini kita bisa mendapatkan uang di internet. Ini artinya, pemasukanku hari ini sebesar 455 US Dollar.” dan ia terus melanjutkan.

Dari apa yang telah ia jelaskan. ternyata ia sekarang adalah seorang pengelola situs pendidikan. Ya, ia memang tidak memiliki cukup pendidikan, tapi ia mengumpulkan berbagai artikel pendidikan, dan memasukkannya ke dalam situsnya. Dan dengan situs itu pula ia mendapatkan banyak uang. Tapi ia terlalu banyak cerita, hingga terlalu sedikit yang bisa aku ingat.

Siang hampir mencapai klimaksnya, ia segera menutup bicaranya. “Ya, tapi memang semua berawal dari situs porno. Aku belajar tentang internet, berawal dari belajar membuka situs porno. Yah, di situlah aku belajar. Dan karena pembelajaran itu, aku jadi seperti ini. Jadi, mohon jangan hukum aku karena kesalahanku. Aku bahkan belum 16 tahun saat itu.”

Ya, ia bahkan belum 16 tahun saat itu. Dan kini, setelah semuanya lewat, ia bukan lagi orang yang sama sekarang.

Apakah aku masih membencinya?
Aku tidak benar-benar yakin.
Mungkin aku hanya membenci orang yang sama pada usia yang belum 16 tahun saat itu.
Entahlah. Aku tidak benar-benar yakin.

Tulisan tentang suamiku Rahmat.

Oleh : Ny. Rahmat.


------------------------------

Tulisan ini diikutkan dalam Lomba Penulisan Entry Blog Bulan Pendidikan Angingmammiri.org dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, Mei 2007, dengan tema : Internet, mendidik atau merusak?

------------------------------

Update : 29 Juni 2007

Tulisan ini berhasil memperoleh juara II dalam Lomba Penulisan Entry Blog bulan Pendidikan yang diselenggarakan oleh Komunitas Blogger Makassar, Angingmammiri

Juara Kedua Lomba Penulisan Entry Blog Dalam Rangka Hari Pendidikan Nasional Mei 2007 yang diselenggarakan oleh Komunitas Blogger Makassar Angingmammiri.org

Friday, May 18, 2007

83 USD Hangus, sampai United Template

Jengkel juga, karena kesalahan sedikit, duitku hilang! Ndak tanggung-tanggung, 83 US Dollar hangus seketika. Aaaahhh!!!
Hmm, yang hangus itu duit yang bakal saya terima dari Google (Adsense). Terakhir saya cek, total sudah terkumpul 83 US Dollar, Tapi beberapa saat kemudian, saya cek lagi, sudah tidak bisa! Aaaahhh!!! 83 Dollar hilang begitu saja. (83 Dollar itu saya kumpulkan dalam waktu 3 hari. Hehehehe)
Kata pihak Google, saya menyalahi perjanjian, karena melakukan klik iklan sendiri. Hahahaha..
Ya, tapi itu kan ndak sengaja.
Ck ck ck ck.. Tapi Google ndak mau kompromi. Account saya dihapus.
Tapi kemudian, saya ndak patah semangat.
Saya daftar account Google Adsense yang baru. Dan APROVED!! Diterima!
Kemudian, instalasi script adsense di blog, dan sudaaahh...
Oiya, barusan bikin template, dan hasilnya..


Bisa dilihat di http://manchesterunited-wallpaper.blogspot.com
dis sini juga, http://ronaldowallpapercollection.blogspot.com

Jadi, kalau mau wallpaper tentang sepakbola untuk desktop komputernya, download saja gratis di situ.

Hmmm...
Salam,

Monday, May 07, 2007

We've Got Our Trophy Back!


Congratulation!
We've Got Our Trophy Back!

Congratulation and thanks to the 'Old Sir' Sir Alex for his vision, his brain and his idea, the Players for their spirits and their Red Devil's Power, the Fans for their songs.

We've Got Our Trophy Back!
Glory Glory Man United



Friday, May 04, 2007

Keju


"sudah kusimpan kejuku di sana dan di sini. terlalu serakah, padahal aku tidak bisa memiliki keduanya sekaligus.
ku tinggalkan keju yang rasanya lezat itu. ku datangi kejuku yang lain, mengisi yang kosong, mencari yang hilang, meramaikan yang sepi, menceriakan yang menangis, membantu yang perlu.
meski sudah mulai busuk, kunikmati saja. ini memang untukku. aku tidak akan mengambil keju mereka. ini, kunikmati saja."

pesantikuskediri

Friday, April 27, 2007

Sialan

Sudah terlalu jauh, ketika aku tahu semua adalah kebohongan
Sudah terlalu jauh, ketika aku rasa semua hanya jebakan
Terlambat
Sesal
Ah, sialan!!



Assalamu alaikum,
Lama ndak isi-isi blog ini lagi. Kangen juga, padahal si blog belum tentu kangen. Padahal, kalau saya ditanya, "kamu cinta ndak sama blog ini?", saya pasti jawab, "ya, saya cinta."
Tapi ternyata, si blog sepertinya bilang, "cinta, ndak, yah? ndak tau, ah!"
Hihihihi... aneh juga.
Tapi untunglah, ini cuma blog. Terserah saya mau diapain. Mau dipelorotin, mau dicorat-coret, mau ditutup, dibuka, atau dikata-katain. Semua terserah saya. Dasar sialan!

Oiya, jangan dengarkan tulisanku tadi. Eh, maksudnya jangan dibaca, karena tulisan ndak bisa didengar. Tapi kalau sudah terlanjur baca, jangan diingat-ingat, apalagi kalau harus dimasukkan dalam hati. Sudahlah, pokoknya lupakan.

Sedikit mau curhat, soalnya saya ndak tau mau ngomong sama siapa, dan saya juga ndak tau mau nulis dimana, sudah lama ndak punya diary. Karena sepertinya aneh kalau saya punya diary (lagi).
Pertama, pagi menjelang siang tadi, saya kena tilang! Tapi saya bersyukur, karena tilangnya ndak pake tulang.
Kedua, beberapa hari terakhir selalu kehujanan di jalan. Hhhhh.. dinging pastinya. Tapi saya sedikit syukur, karena di jalan saya lihat banyak yang jual koran di bawah hujan, cuma pake plastik yang tutupin separuh badannya. Dan mereka bukan satu dua saja. Tapi banyak sekali.
Ketiga, saya capek. Beberapa hari terakhir dibohongi terus. Hhhh.. saya pikir cuma sekali, tapi ternyata berlanjut, berlanjut, berlanjut dan berlanjut. Kapan, ya stop bote-botei ka'?

Hhhh...
Capek...

Salam,
Mus_

Friday, January 19, 2007

lay out untuk rent house website



Websitenya sudah jadi, tapi hosting dan domainnya belum ada. Hhhhh...
Start desain tanggal 19 Jan. '07 jam 9:20 am, selesai 19 Jan. '07 jam 11:40 am.
Hehehehe... cepat, kan?

Tinggal tunggu hosting dan domain, terus, plopp!! upload, finish!

Sunday, January 14, 2007

ma-u-mu

seseorang berkata pada seseorang lainnya
"dulu ia terlalu jauh sehingga sulit sekali digapai
kini dia begitu dekatnya sehingga sulit sekali untuk dilepas"
dan seseorang lainnya berkata
"sebenarnya apa maumu?"
dan seseorang itu menjawabnya dengan diam

Saturday, January 06, 2007

www.bellebridal.com | first page (beta) show | www.indotribalart.com

www.bellebridal.com's first RC |January 6th, 2006| web show :



www.indotribalart.com
's
first RC | January 1th, 2006 | web show :


Credits :
Code: XHTML, CSS
Software : Macromedia Fireworks 8, Macromedia Dreamweaver 8, Macromedia Flash Pro 8.