Friday, July 14, 2006

satu ke-sepuluh juta

Teringat dulu, kelas empat
Guru kasih saya nilai sepuluh
Untuk satu gambar saya
Satu kali guru bilang ke mama
Anak satu ini pintar menggambar, Bu
Dia dapat sepuluh
Temannya hanya enam dan tujuh

Teringat dulu, kelas lima
Guru kasih saya nilai sembilan
Untuk satu ujian IPA
Satu kali guru bilang ke teman-teman
Anak satu ini si jago IPA
Dia dapat sembilan
Kalian hanya enam dan tujuh

Teringat dulu, dekat rumah di satu lapangan bola
Yang satu tiang gawangnya patah
Satu kali main bola
Cetak dua kali
Dua kali main bola
Cetak lima kali
Pak RT satu kali bilang
Anak satu ini hebat bolanya
Satu hari nanti jadi andalan kita
Kalian sepuluh orang, ndak ada apa-apanya

--
Dunia dulu satu
Dunia sekarang satu
Tapi dunia satu yang dulu
Meski sama satu
Tidak sesempit ruang kelas empat-ku
Tidak sesempit ruang kelas lima-ku
Tidak sesempit satu lapangan bola dekat rumahku

Dunia kini masih satu
Aku yang satu, bukan lagi apa-apa
Dulu satu
Sekarang mungkin ke-sepuluh juta
Dunia kini tidak sesempit ruang kelas empat-ku

--
Dan kubuat lagi sendiri satu duniaku yang lain
Di ruang empat kali delapan belas ini
Dengan lima isinya
Dan lima belas perabotnya
Agar ku dapat kembali menjadi satu
Satu
Dan melihat empat yang lain di bawah
Ber-empat mendongak ke atas menatapku

----------- ditulis dengan satu ingatan
di satu pikiran
dalam langkah-langkah kakiku jam dua siang

satu salam
sepuluh juta sayang ::: SALAM

No comments: