Monday, November 27, 2006

MATI

Mimpi itu, samar-samar kini. Seperti daun yang tertimbun kerikil-kerikil pekat dan terkunci debu-debu yang melumpur.
Seperti juga tawa, samar-samar kini. Seperti teriakan-teriakan seribu gagak yang jauh, dan semakin menjauh, hingga hilang di balik bukit dengan sebaris pohon kamboja yang mati. Oleh panas, oleh sakit. Oleh kenyataan.

Dan semua pahit, samar-samar kini. Meski tidak pernah berubah manis. Ya, samar-samar kini, tercampur, tersembunyi ego tentang kesadaran, bahwa dalam tidur pun, kita masih terpaksa untuk bermimpi.
Dan semua tertawa ketika gagak-gagak itu kembali. Seribu satu kini, tertawa, dan bermain dengan hatinya sendiri. Dan lupa, sebaris kamboja mati di bukit tempatnya sembunyi berdiri. Benar, mereka lupa.

Dan mereka tetap tertawa, bermain dengan hatinya sendiri.
Kamboja-kamboja itu kini...
MATI

Thursday, November 16, 2006

Waktunya bernyanyi, sendiri

Mari bernyanyi. Bukan Pelangi-pelangi, atau Naik-naik ke Puncak Gunung.
Tapi ini.
Lagu ini.
Karena aku... di sini

-
Disini aku sendiri, menatap relung-relung hidup
Aku merasa hidupku, tak seperti yang kuinginkan
Terhampar begitu banyak warna kelam sisi diriku
Seperti yang mereka tahu,
seperti yang mereka tahu

Aku merasa disudutkan kenyataan
Menuntut diriku dan tak sanggup ku melawan
Butakan mataku semua tentang keindahan
Menggugah takutku,
menantang sendiriku

Temui cinta, lepaskan rasa

Disini aku sendiri masih seperti dulu yang takut
Aku merasa hidupku pun surut tuk tumpukan harap
Tergambar begitu rupa, samar seperti yang kurasakan...
Kenyataan itu pahit, kenyataan itu sangatlah pahit

-
Padi & Iwan Fals
Sesuatu yang Tertunda

Thursday, November 09, 2006

Cemburu

Aku cemburu, sayang
cemburu melihatmu erat memeluk dirinya
erat sekali
ya, kini kau memang sudah punya dia yang baru
dan kau tahu, aku cemburu
cemburu melihatmu memeluknya hangat
cemburu melihatmu nyaman ketika memeluknya
cemburu melihatmu memeluknya, sayang
dan tahukah kau, kau melakukannya di tempat tidur kita, sayang!
dan aku di sisimu, hanya bisa terdiam melihatmu memeluk yang lain selainku.
dan kau melakukannya di tempat tidur kita, sayang!!!
AAARGGHH!! )(*$^(*@&$#@&%^)&^

Ya, mungkin ia lebih hangat dan nyaman dari pada aku
tapi kenapa?
kenapa harus dia?
kenapa harus guling itu?
dan kenapa kau beli guling itu sore tadi?!! HAH!!??
AARRRGGHH!!!! (*&@#)$(*&@#$@#)(*$^

Saturday, November 04, 2006

2

Ikut kata hati, katanya
Ikut perasaan saja, katanya
dan ku bilang, ya
dia bilang lagi, semua pasti untuknya