Monday, August 21, 2006

Tutorial Dreamweaver dan Fireworks untuk Desain Web

Yap!! Itulah judulnya. Judul tutorial yang baru semenit lalu saya selesaikan. Waktu pengerjaannya cukup lama. Saya mulai mengerjakannya sekitar jam 10 malam, dan baru selesai jam 6:40. Lumayan, ndak tidur semalaman!
Dan sekarang mataku seperti di-lem pake lem Alteco. Atau seperti ditempelkan Lak-Ban (eh? begitu, yak tulisannya?) :P
Yah, seperti itulah.
Tutorial itu dibuat untuk mengajukan proposal pelatihan ke ... (Rahasia Perusahaan).
Hmm...
Jadi semalaman saya rela ndak tidur demi menyelesaikan tutorial itu.

DAN SEKARANG SUDAH SELESAAAAAAAAIII!!!!!

Mau download? Mau belajar bikin website?
Hmmm... karena bikinnya darurat, dan mata setengah terlelap, ini gratis. Tapi sa kasih tau sebelumnya, tutorial ini untuk Beginner.

And the image below is the simple preview about the project that I created


Hmm... lumayan buruk.
Mau download tutorialnya? Haduuuh.. jangan mi. Malu-malu ka' :

Sudah yaa...

Wassalam,..
Ngantuk dudu'i (:|
(ngantuk bahasa Makassarnya apa, ya?) 8-|

---
Ku tinggalkan kau di sini
Aku tak lagi bisa menunggumu lebih lama
Selesaikan semuanya sendiri
Aku tau kau pasti akan selesai sendiri
...
Download Mepis-ku


hhhhh... masih 1 jam lagi downloadnya
Ngantuk!! ndak tahan nunggu lama

Saturday, August 19, 2006

How Romantic are You ?

Visit this site, or click the image below, then answer the questions.


And here are the result for me.
How Romantic am I ?
DORRR!!!

You are between being a romantic and a realist. You know where to draw the line between emotions and good judgement and you can also be romantic enough when needed.
Your head may be in the clouds at times, but your feet are firmly on the ground.



Hmm? Not bad enough.

\\Ini namanya kurang kerjaan.
Tapi daripada lama ndak posting. :P

Salam!
Oiya, ini sa jadikan lempar-lemparan saja.
Saya lempar ke...Intan, MPie, Rho, Hayoo.. isi blognya.

Saturday, August 12, 2006

Pulang

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10


*mama, aku pulang*
dan mungkin ... *ahh!!!*

Biar marah ini ku simpan sendiri
Biar sepi ini ku tinggal di sini
Biar semua janji ku bawa serta
Akan tiba masa untuk ku ukir semua secara nyata
Bukan masih lama
Tapi tidak sekarang

Tuesday, August 08, 2006

Masalah Iklan Gratis di Warung Makan

Beberapa hari lalu, waktu makan di warung belakang warung Coto Maros (Urip Sumohardjo), kalau tidak salah nama warung itu Warung Selera Kita.
Terus, masuk..
Pesan-pesan. Kalau tidak salah saya pesannya nasi putih, lauk ikan teri (Mairo in Makassarnese), sama telur dadar, plus tempe goreng renyah.
Hmmm... pas lagi asik-asik makan, penjaga warung sama pembantunya ngobrol-ngobrol ngalor ngidul (eh, ngalor-ngidul apa, sih artinya? :P)
Nah, terus tiba-tiba, entah apa ya mereka obrolkan, dengan mencontoh iklan di tv, si pembantu bilang :

"Orang pintar minum Tolak Angin;
Orang bodoh minum Baygon"

Saya cuma ketawa-ketawa dalam hati, takut kalau ketawa ngakak nanti jadi batuk-batuk. Maklum, saya kalau makan pasti pake sambel yang banyak.
jadi saya ketawanya cuma dalam hati. :D Paling cuma senyum-senyum manis sedikit. :">
Nah, terus sambil terus makan, mikirin apa yang pembantu itu bilang.
Bener juga, pikirku. Pikiranku langsung beralih ke trend beberapa waktu lalu (eh, kapan ya? Apa pernah?) yaitu BeDe aka Bunuh Diri. Hhhhh...
Banyak cara. Mulai dari gantung diri, lompat dari jembatan penyeberangan (eh? jembatan penyeberangan mana?), bom bunuh diri, terus juga banyak yang minum Obat Nyamuk :: Baygon !! KEREN!!!!

----------------- benarkah bunuh diri itu jalan yang KEREN??!! ---
-- atau jalan yang bodoh --- seperti si pembantu bilang ---
*mikir-mikir. TING!!!*

Terus barusan mikir, akhir-akhir ini banyak masalah. Hhhh.. masalah ini, masalah itu, masalahnya si ini, masalahnya si itu, masalah saya juga.

------------hhh.. orang pintar minum Tolak Angin; Orang bodoh minum Baygon ---
TIDAK TIDAK TIDAK!!! BUKAN BUKAN BUKAN!!!


-------------------------- *brb 10 detik, ke apotik beli Tolak Angin ---

tu`

wa`

ga`

p a t `

m a `

n a m

j u

p a n

l a n

l u


--- yap!! /me is back!! *serasa di IRC*
baru ingat kalau ini pagi. Apotiknya belum buka. :P

Oiya, barusan sempat ngobrol sama teman. (info, ini masih jam 5:13)
Terus ingat-ingat.
Ngomongin masalah-masalah yang penting.
Yang ndak penting juga diomongin.
Pokoknya tentang masalah-lah. Si teman itu baru dapat masalah. Hhhh... dia ngomonginnya sama orang bermasalah, pula! Hhhh...
Macam-macam yg diomongin
Yang jelas, paling banyak diomongin adalah masalah.
Dan dari semua masalah itu, dan dari semua obrolan, kita dapat satu keputusan.


"APAPUN MASALAHNYA, MINUMNYA TEH BOTOL SOSRO"



TOJENG LOE??!!

Salam....

Life Must Go On
Tetap semangat
Jangan putus asa
Apa lagi putus nadi
Jangan patah arang
Apalagi patah leher
Karena gantung diri
Atau lompat dari jembatan penyeberangan
(he? jembatan penyeberangan mana dulu?)

Thursday, July 27, 2006

Mimpi panjang dalam tidur yang singkat

Tidurku terasa singkat dan dangkal sekali untuk mimpi sedalam itu. Sedalam mimpi semalam.

Di depanku ada pintu putih besar. Gerbang. Putih, bercahaya, terkadang menyilaukan.
Aku berdiri, terdiam, beberapa belas langkah di depan pintu itu.
Di depan gerbang putih besar itu, ada sosok tegap, bercahaya, dan berbaju putih. Aku tidak bisa meyakinkan diriku, dia adalah seorang pria atau wanita. Ia memegang sebuah tongkat kayu di lengan kiri, juga sebuah buku, kitab tebal di lengan kanannya. Siapakah dia, aku bertanya dalam hati.
Aku terdiam. Aku melihat ke sekelilingku. Tiada orang lain, kecuali seorang laki-laki yang terdiam, lesu berdiri di belakangku. Di wajahnya penuh ketakutan. Aku mengenalnya. Dekat. Dekat sekali.

Aku mengenal tubuhnya kurusnya. Aku mengenal kulit gelapnya. Aku mengenal rambut kusamnya. Aku mengenal pakaian lusuhnya. Aku bahkan mengenal topi hitam yang selalu dipakainya. Aku mengenalnya.
Tapi mengapa ia tampak sangat sedih dan lesu?
Dan kembali aku menatap ke arah gerbang putih besar. Dan sosok di depan pintu itu menghadap ke arahku. Oh, bukan. Bukan ke arahku. Ke arah kami. Ke arah laki-laki di belakangku.
Aku kembali melihat ke belakang, si laki-laki kurus itu tampak semakin ketakutan. Tampak sekali ia ingin berlari. Tapi aku yakin, kakinya tidak mampu dilangkahkan.

Dan sosok di depan pintu itu semakin memanggil dengan gerakan tangan tangannya. Bukan memanggilku, tapi memanggil orang di belakangku. Aku yakin itu.
Tapi mengapa? Aku tidak tahu.

Dan seketika itu pula, tubuhku tersentak. Tubuhku seperti ditembus oleh sesuatu, hingga aku sadari sebuah topi hitam terjatuh di depan kakiku, dan ku lihat sebuah bayangan melayang menjauh dariku, ke arah pintu itu. Aku melihatnya, si laki-laki kurus --bayangannya-- itu kini berjalan melayang menuju ke pintu putih besar. Ia melayang menghadap ke belakang, menghadapku, dan tidak mau melepas tatapannya, menatapku. Dan kemudian air matanya jatuh. Namun wajahnya tidak lagi sedih. Aku tidak begitu yakin.

Yang aku yakin adalah, bahwa ia baru saja mengatakan kepadaku;
"Selamat tinggal, Sayang. Selamat tinggal. Jangan aku dirindukan. Jika tiba waktunya kembali, aku pasti akan kembali. Selamat tinggal."



--Sebagai dia